"Pada kegiatan ini, TNI AD diharapkan dapat melakukan pengawalan dan
pendampingan bersama petugas teknis pertanian di lapangan hingga tanaman
kedelai berhasil panen dengan baik," kata Menteri Pertanian Suswono
lewat siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Mentan mengatakan kerja sama itu merupakan salah satu cara untuk
mencapai swasembada serta swasembada berkelanjutan kedelai yang
diharapkan dapat terwujud tahun ini.
"Strategi lain yang dipilih adalah peningkatan produktivitas, optimasi
pengelolaan lahan dan penyempurnaan manajemen," kata menteri.
Selain itu, terdapat program Kementan yang serupa dan akan diimplementasikan secara nasional tahun 2014 ini.
Di antaranya Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT)
kedelai seluas 77.500 hektar dan Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai
seluas 340.000 hektar.
Mentan menjelaskan kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahun
rata-rata mencapai 1,9 juta ton biji kering. Sementara kemampuan
produksi nasional baru mencapai 843,1 ribu ton atau sekitar 44,4 persen.
"Selama ini yang menjadi kendala, selain persoalan lahan juga persoalan
harga kedelai yang rendah di pasaran. Dengan begitu, membuat petani
lebih memilih menanam jagung ketimbang kedelai."
"Tapi kini harga kedelai dijamin pemerintah, sehingga petani tidak perlu takut lagi menanam kedelai," kata Mentan.
Selama ini, kata dia, jagung dan kedelai saling berebut lahan karena
lahan yang dipakai untuk menanam jagung dipakai juga untuk menanam
kedelai.
"Jadi jika produksi kedelai naik, produksi jagung turun. Begitu
sebaliknya. Sehingga perlu lahan baru untuk kedelai agar tidak terjadi
tarik ulur antara jagung dan kedelai," katanya.
Editor: Aditia Maruli
Sumber : http://www.antaranews.com